Jumat, 25 Desember 2015

Kacung kehidupan

Untuk kalian yang hidup dalam cengkeraman

Terbekuk diri sendiri
Bertekuk lutut dihadapan lawan
Meronta mengemis belas kasihan
Tangis hanya tangis
Terasa bengis ketika masa lalu mengingatkan
Memojokkan masa depan
Menghantui masa kini
Berteriak dalam hati
Sekali lagi tangis
Dimana harapanku
Dimana cita-citaku
Dimana kekuatanku
Dimana kerajaanku
Dimana kehebatanku
Antah berantah kepastian
Penyangkalan keji atas kenyataan
Hanya tertunduk hanya meringkuk
Seolah-olah tak punya harga diri
Membiarkannya terinjak-injak kekuatan yang tak mampu ku tangkis
Melebur seperti budak
Hanya ada satu pilihan
Hanya menurut hanya menuruti
Tak ada sedikitpun kekuatan
Tak ada rasa aman
Tak ada ketenangan
Selalu waspada akan bahaya
Hanya ada dua kemungkinan
Mati atau bertahan hidup
Tak ada rasa puas tak ada rasa bahagia
Merasakan hidup ketika receh dikantong gemerincing
Untuk air dan segenggam pengganjal perut
Sehelai kain yang membalut tubuhmu membuatmu disebut manusia
Kacung , kacung , kejamnya kehidupan
Hanya satu yang mampu menyelamatkan
Jika tidak keajaiban ya hanya rasa syukur
Tak apalah
Jangan menambah siksa hati
Jangan tambah
Kuatkan dirimu untuk tersenyum
Kuatkan hatimu untuk menerima
Semesta tidak buta
Semesta berencana jalan keluar untukmu

Atau semesta sedang menguji jiwamu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar