Sabtu, 22 Agustus 2015

"Engkau , Hati yang Tersangkut"

Ketika sebuah perasaan tulus telah terabaikan 
Imajinasi terbaikpun ikut menghilang
Impian, cinta , bertransformasi hingga tak kasat mata
Disinilah ruang terbuka bagi sesal kekecewaan
Perlahan tapi pasti
Masuk meracuni nalar ketidakpastian.
Hidup tidak lagi hidup
Ia sekarat
Ia butuh pertolongan
Semua hal terasa menjadi ancaman
Hanya karena perasaan terabaikan , cinta
Ku menyesal tak tertolong
Ya, inilah realita
Kini Kau telah dewasa
Kini kau telah berpijak pada batu loncatanmu
Kau telah menemukan jalan hidupmu, citamu.
Aku telah tertinggal, aku tak terlihat
Aku hanya jadi bayangmu
Terinjak dan terabai
Ku pikir ku bermakna
Tapi waktu telak mengecewakanku
Ia menggenapai kepastiannya
Jawaban mutlak tanpa pertanyaan
Aku bukan siapa-siapa baginya
Aku hanya jadi pengganggu
Aku diambang persimpangan
Kupikir Ia semangatku
Temanku menjalani hidup
Cinta tuk menggapai cita
Ternyata aku hanya berdelusi
Dan kebijakan menamparku , perih.. ku tergeletak,
sambil berkata, "Semangat datang dari diri sendiri, Ia bukan jalanmu "
Cukup lelahku, cukup tangisku, cukup aku mengasihani diri.
Ku harus memulai langkah
Mendesain ulang harapan 
Merenovasi keadaan
Cukup .
Waktu tak mungkin terulang
Masalah hidup tak mungkin berkurang
Kenapa hati terus bersedih ?
Tidak adakah hal yang lebih berarti?
Tidak adakah bahagia lain?
Selalu ada. 

Gelap Hidup VS Lilin Kecil

Hari yang sepi , sunyi , kosong
Ia hanya bersandiwara menikamti keadaan 
Keinginannya tak kunjung tercapai
Cinta, kebahagian , rasa dihargai, teman,
sukses, selalu terngiang , terangan
Ia bersandiwara sambil mencari jati diri
Dalam sepi , terisolasi
Mungkin Ia muak , mungkin Ia bersyukur
 Beda tipis kedua hal tersebut
Terselubung dalam sujud , dalam doa
Hanya Tuhan yang tahu
Dan lagi , kenangan ikut campur tangan
Kenangan ingin mengacaukan semuanya
Ia ingin membuat keadaan semakin dramatis
sedih, pilu,perih,tangis , kalah
semua hal itu coba dimasukkannya
Kadang tak mempan , kadang terterobos
"Cinta masa lalu, mungkin itu ide bagus " gumam kenangan
Senjata paling kuat yang ia miliki saat ini.
Pertahanan pun kacau , balau
Semuanya menjadi tak teratur , rusak
Ia mulai sedih karena kesedihan
Ia mulai letih
Masa lalu, cinta
Meratapi"mu", menghancurkanku
Perlahan tapi pasti
Aku tersingkir dalam kehidupan
Jika "kau" kuturuti
Aku mungkin mati
Jika aku terus bersama"mu"
Aku pasti melebur kaku
JIka aku hanya bertahan ,
Aku takkan mungkin menang
Pergilah, menjauhlah!!!!
Biarkan aku menang terhadap diriku sendiri!!
Biarkan aku menguasai diriku sendiri!!
Biarkan aku tumbuh !!
Biarkan aku berkembang!!
Biarkan aku tenang!!
Biarkan aku senang!!
Biarkan aku menang!!
Biarkan aku hidup!!

" Membuka Mata "

Seperti terdampar pada sudut
Tersisih karena harapan
Semakin Jelas
Ada hal yang tidak mungkin
Aku terbuai oleh cita-cita
Pada ruang angan yang sempurna
Dalam imajinasi termanis
Satu keadaan yang merubah
Semua sudut pandangku
Tuhan dengan Maha KebijaksanaanNya
Mempertemukanku
Dalam dunia yang tak pernah nyata , tapi ada
Aku bahagia , pada satu sisi
Aku runtuh
Tenggelam dalam ombak kenangan
Seperti kehidupan yang sempurna
Dan aku terluka
Ternyata hidupku tak ada artinya
Seperti pelengkap , namun jika tak ada
Tak apa
Arti kehadiranku didunia
Semakin jelas
Hanya saja aku tak kunjung
Melihat jalan itu
Tuntutan untuk hidup yang benar
Jauh pada lubang
Refleksi diri
Refleksi hati
Tuhan ?