Ini masalah rasa dan waktu, antara aku, masa lalu, masa depan, juga masa kini yang hampir terlupakan ..
Waktu , waktu terus saja berlari meninggalkan aku , ia terus berlari ke depan , entah dimana tujuannya, mungkin masa depan , ya masa depan.
Akupun ikut berlari , terkadang berjalan , lalu berlari lagi mengejar masa depan .
Ada beban, aku berlari mengejar masa depan sambil Menggendong masa lalu.
Tak kuhiraukan , karena ku masih menyayangkan masa lalu, mungkin juga terlena.
Aku terus berjalan , berlari menapaki masa depan , terkadang hilang arah ..
Masih saja aku berlari , mengejar masa depan , terkadang dan selalu serpihan masa lalu itu menusukku dari belakang,
sakit , sakit sekali , terlalu dalam, darah bercucuran , akupun menjerit, menjerit tajam tapi tak terdengar siapapun.
Hingga jalanku tertatih , langkahku terseok-seok, letih , lelah sekali..
Akupun berhenti sejenak sambil mencoba membangunkan masa lalu , tetapi ia masih tertidur lelap , nyenyak sekali..
Aku tak ingin mengganggunya,.
Tak tahu harus bagaimana, masa depan semakin jauh meninggalkanku , hingga aku menangis , menangis sedih sekali, seakan akan aku terhempas , terhempas dari angan ..
Hingga rasa, Aku tak mampu lagi mengejar masa depan sambil menggendong masa lalu , terlalu berat bagiku, sakit ,sakit sekali..
Aku berjalan tertatih meninggalkan masa lalu, namun ia pun masih tertidur lelap, dimimpi indahnya, sama sekali ia tak menghiraukanku, aku yang telah menggendongnya, tapi dalam angan ...
Kini aku tak tahu lagi dimana arah masa depan, kini aku, manusia di persimpangan, yang hanya tahu ia harus terus berjalan, berjalan terus tapi tak pernah sampai tujuan.
Namun aku teringat masa kini , yang hampir kulupakan.
Tersadaraku bahwa ia begitu menyenangkan, seharusnya.
Ia pun berkata : "masa depan itu masih sangat jauh, jauh sekali , ia bisa menunggumu cepat, tetapi yang ia inginkan hanyalah kamu bisa merelakan masa lalu, jangan kau gendong ia terus , masa depan takkan mungkin menunggumu , terlalu lambat jalanmu. Waktu akan terasa bersahabat ,ia takkan berlari meniggalkanmu, jika kau menikmati "aku" , masa kinimu , tatalah aku, perbaiki aku yang telah menunggumu lama. Masa depan bisa kau raih dengan aku , masa kinimu, lepaskan segala rasamu untuk masa lalu, ia telah begitu bahagia dengan kenangannya, mimpinya, semuanya. Apa kau tak ingin bahagia sepertinya ?" .
Ah, cukup, aku terdiam, terkelu, tak ada kata lagi .....