Sabtu, 26 Desember 2015

Hidup ini Keras

Seperti tidak ada yang perlu disesalkan
Ketika semua hal telah terjadi
Dan kita tak bisa mengubahnya
Hanya ikhlas dan tetap bersyukur
Apapun yang terjadi diluar kendali
Mungkin Tuhan memang menunjukan yang kita anggap kepedihan 
Mungkin akan ada hikmah dibalik semua hal ini
Ketika kesedihan menguasai gelaplah semua jalan
Seperti hanya kita yang paling menderita
Dan hal yang paling kutakutkan terjadi
Ketika keluarga yang aku cintai
Tersakiti oleh orang yang aku percayai
Dan aku lelah tidak bisa bergerak
Menyelesaikan permasalahan ini
Dimana hidupku seperti tidak berarti
Aku harus bisa bergerak , bergerak dan bergerak
Dan memegang aturan Tuhan
Hanya Tuhanlah yang dapat aku andalkan ,
Aku benar-benar tidak punya daya
Aku memang tidak berguna ketika mengandalkan diri sendiri
Dan aku percaya jalanku masih panjang
Aku tidak ingin terluka , keluargaku terluka lebih dalam

Semoga ini menjadi awal tentang semua , mengubah pandangan diri . 

Cinderella

Wanita Yang Ideal
Cinderella dalam Imajinasi
Ku lihat sesosok manusia ,wanita cantik ciptaan Tuhan
Kesempurnaan dalam detail
Tiap tekstur , tiap pahatan tanpa cacat
Sungguh indah , cantik sempurna
Keanggunan membalut kehidupannya
Muda , belia , penuh semangat .
Ceria , senyum manis terpancar membawa harum sejuk
Jika ia jenis logam , maka ialah platina
Jika ia jenis batu, maka ialah berlian
Tapi semua hal itu tak pantas dijadikan perumpamaan untuknya
Ia tiada harganya
Mungkin bidadari surga pun kalah jika disandingkan dengannya
Aura yang kuat , membuat setiap lelaki bertekuk lutut hatinya
Meleleh , melebur, menguap.
Namun ia begitu sederhana sikapnya.
Ideologi tertinggi dari semua ideologi
Tuhan membuat mahluk sejenisnya iri kepadanya
Tapi siapa yang salah ?
Akupun luluh , lemah tak ada daya saat didekatnya
Mulut terkunci , memuja dalam hati
Tentang wanita – Ia


Jumat, 25 Desember 2015

Seberkas Tinta Maya "Masa Lalu , Masa sekarang , Masa Depan"

Ini masalah rasa dan waktu, antara aku, masa lalu, masa depan, juga masa kini yang hampir terlupakan ..
Waktu , waktu terus saja berlari meninggalkan aku , ia terus berlari ke depan , entah dimana tujuannya, mungkin masa depan , ya masa depan.
Akupun ikut berlari , terkadang berjalan , lalu berlari lagi mengejar masa depan .
Ada beban, aku berlari mengejar masa depan sambil Menggendong masa lalu.
Tak kuhiraukan , karena ku masih menyayangkan masa lalu, mungkin juga terlena.
Aku terus berjalan , berlari menapaki masa depan , terkadang hilang arah ..
Masih saja aku berlari , mengejar masa depan , terkadang dan selalu serpihan masa lalu itu menusukku dari belakang,
sakit , sakit sekali , terlalu dalam, darah bercucuran , akupun menjerit, menjerit  tajam tapi tak terdengar siapapun.
Hingga jalanku tertatih , langkahku terseok-seok, letih , lelah sekali..
Akupun berhenti sejenak sambil mencoba membangunkan masa lalu , tetapi ia masih tertidur lelap , nyenyak sekali..
Aku tak ingin mengganggunya,.
Tak tahu harus bagaimana, masa depan semakin jauh meninggalkanku , hingga aku menangis , menangis sedih sekali, seakan akan aku terhempas , terhempas dari angan  ..
 Hingga rasa, Aku tak mampu lagi mengejar masa depan sambil menggendong masa lalu , terlalu berat bagiku, sakit ,sakit sekali..
Aku berjalan tertatih meninggalkan masa lalu, namun ia pun masih tertidur lelap, dimimpi indahnya, sama sekali ia tak menghiraukanku, aku yang telah menggendongnya, tapi dalam angan ...
Kini aku tak tahu lagi dimana arah masa depan, kini aku, manusia di persimpangan, yang hanya tahu ia harus terus berjalan, berjalan terus tapi tak pernah sampai tujuan.
Namun aku teringat masa kini , yang hampir kulupakan.
Tersadaraku bahwa ia begitu menyenangkan, seharusnya.
Ia pun berkata : "masa depan itu masih sangat jauh, jauh sekali , ia bisa menunggumu cepat, tetapi yang ia inginkan hanyalah kamu bisa merelakan masa lalu, jangan kau gendong ia terus , masa depan takkan mungkin menunggumu , terlalu lambat jalanmu. Waktu akan terasa bersahabat ,ia takkan berlari meniggalkanmu, jika kau menikmati "aku" , masa kinimu , tatalah aku, perbaiki aku yang telah menunggumu lama. Masa depan bisa kau raih dengan aku , masa kinimu, lepaskan segala rasamu untuk masa lalu, ia telah begitu bahagia dengan kenangannya, mimpinya, semuanya. Apa kau tak ingin bahagia sepertinya ?" .
Ah, cukup, aku terdiam, terkelu, tak ada kata lagi .....

Jancuknya Kehidupan

Terkadang Aku merasa seperti tidak menjalani kehidupan
Semua yang kulalui penuh kekosongan
Aku tidak lagi mengerti bagaimana membuat hari terasa seperti hari
dan cinta seperti cinta
dan bahagia seperti bahagia
dan tersenyum seperti benar-benar sebuah senyuman
dan semua kenyataan seperti ideology , teori, dan harapan yang banyak didengungkan manusia.
aku merasa seperti raga yang berjalan tanpa nyawa
kenyataan yang kulihat hanyalah kekacauan
mungkin kau berfikir aku harus mengubah cara pandangku
aku harus ikhlas apapun yang terjadi
atau sabar saja
atau aku harus bersyukur karena diluar sana ada yang lebih menderita darimu
aku telah coba semua hal itu
tapi kenyataan dengan keras berkata “aku memang kekacauan”
hanya mimpi dan harapan yang benar-benar indah
ya, dan tidak pernah nyata
apa kamu pikir aku orang yang pesimis ?
selalu berfikir negatif?
Apa kamu pikir aku hanya mencari pembenaran atas segala pandanganku ini?
Atu mungkin kau malah berfikir “yah itu nasibmu , tidak seperti nasibku”
Ya terbukti ,kau memang bagian dari kenyataan ,Kau memang kekacauan.
Atau bahkan kamu berfikir kritis “lhoh katanya kamu ikhlas , kamu sabar , kamu bersyukur. Kalo gini namanya kamu tidak sabar , tidak ikhlas.”
Coba pahami pandanganmu ini :
Kesabaran manusia dibatasi
Keikhlasan manusia pun dibatasi
Karena Tuhan menciptakan dua hal yang berbeda secara berdampingan . begitu juga rasa dalam dirimu.
kau tidak bisa mengingkari hukum alam
Hukum Tuhan
Jikapun bisa itu hanya ada dalam imajinasimu
Contoh kecil jika kau yakin kau orang yang ikhlas ataupun paling ikhlas didunia : “bagaimana jika orangtuamu dibunuh didepan matamu sendiri. Disiksa seperti binatang? Kamu masih bilang ikhlas , bersyukur, sabar , dan bahkan tersenyum?”
Atau kau malah menjawab :” mau gimana lagi udah takdir, bersyukur aja dong. Apa aku harus meratapi hidup, nangis-nangis menyedihkan diri. Gak lah yau”
Kamu memang benar-benar kekacauan yang sejati. Kamu sebaiknya tidak ada didunia ini.
Seperti halnya aku . banyak kekacauan sekitarku yang tak mampu ku benahi . Dan aku hanya dijadikan penonton tanpa diberikan senjata untuk bisa menyelesaikannya. Tangis mereka adalah tangisku . kesakitan mereka juga kesakitanku.
Atau jangan-jangan kau berfikir : cobalah untuk tidak berfikir tentang hal yang tidak mampu kau benahi”
Kau akan mengerti jika kau berada diposisiku
Bukan lewat pengertianmu.
Sampai pada titik ini aku baru mulai memahami . Tuhanlah satu-satunya kenyataan yang terasa seperti harapan.
Tanpa perlu kau hakimi
Semesta telah mengajari .
Semangatlah satu-satunya jalan
Keyakinan dan mental yang benar-benar mental murni hakekat manusia ternyata menjadi senjataku

Bukan mental buatan manusia yang penuh campur aduk dunia “fana”.

Kacung kehidupan

Untuk kalian yang hidup dalam cengkeraman

Terbekuk diri sendiri
Bertekuk lutut dihadapan lawan
Meronta mengemis belas kasihan
Tangis hanya tangis
Terasa bengis ketika masa lalu mengingatkan
Memojokkan masa depan
Menghantui masa kini
Berteriak dalam hati
Sekali lagi tangis
Dimana harapanku
Dimana cita-citaku
Dimana kekuatanku
Dimana kerajaanku
Dimana kehebatanku
Antah berantah kepastian
Penyangkalan keji atas kenyataan
Hanya tertunduk hanya meringkuk
Seolah-olah tak punya harga diri
Membiarkannya terinjak-injak kekuatan yang tak mampu ku tangkis
Melebur seperti budak
Hanya ada satu pilihan
Hanya menurut hanya menuruti
Tak ada sedikitpun kekuatan
Tak ada rasa aman
Tak ada ketenangan
Selalu waspada akan bahaya
Hanya ada dua kemungkinan
Mati atau bertahan hidup
Tak ada rasa puas tak ada rasa bahagia
Merasakan hidup ketika receh dikantong gemerincing
Untuk air dan segenggam pengganjal perut
Sehelai kain yang membalut tubuhmu membuatmu disebut manusia
Kacung , kacung , kejamnya kehidupan
Hanya satu yang mampu menyelamatkan
Jika tidak keajaiban ya hanya rasa syukur
Tak apalah
Jangan menambah siksa hati
Jangan tambah
Kuatkan dirimu untuk tersenyum
Kuatkan hatimu untuk menerima
Semesta tidak buta
Semesta berencana jalan keluar untukmu

Atau semesta sedang menguji jiwamu?

Tamparan Kejatuhan

Seperti jatuh ke jurang yang curam, palung tak berair,
Menelungkup berlumpur pada kubangan sempit sesak
Hanya sedikit oksigen tersisa
Memanfaatkan apapun yang ada sekarang
Berfikir bagaimana kamu bisa bangkit , merangkak menuju pucuk kebebasan
Dengan energy yang tersisa seberapa kuat kamu mampu berjuang
Serangga , hewan liar dan buas bagai penguji mental
Hanya untuk bertahan hidup
Hanya untuk kembali pada keadaan tenang
Pada masa dimana semua menjadi terang
Dan bisa berjalan kembali seperti dulu kala
Menapaki , berpetualang dalam hidup
Mungkin ini kesalahanku
Keterlenaanku karena tak berada pada jalan yang benar
Otakku mulai terbuka
Penyesalan yang dicampur harapan untuk tetap hidup
Sekuatku untuk tidak menangis saat ini
Atau meratapi keadaan
Masih ada sedikit celah dari hambatan-hambatan yang ada
Gerak cepat sangat diperlukan
Walau dengan sedikit energy
Beruntung tertambah semangat karena himpitan
Darah yang bercucuran seperti tak terasa
Tak ada waktu untuk sakit
Tetap kuat , tetap kuat
Kan ku ambil jalanku
Kan kuraih apa yang telah kutinggalkan
 Kan ku tebus kemalasanku selama ini
Sangat sia-sia waktuku
Tak ada kata terlambat
Sekarang hanya ada

Bertahan untuk mati atau maju untuk hidup

Sabtu, 12 Desember 2015

Cinta 
Backsong : Cinta itu pembodohan -Marjinal

Remaja saat ini , banyak yang tersesat dalam hal-hal yang dibilang cinta
Dunianya  hanya berkutat tentang cinta , cinta dan cinta
Bodoh, sungguh bodoh. (ya namanya juga muda;bodoh)
Tapi tak apa , dunia ini memang harus ada pembodohan
Biarkan mereka terlindas jaman mati karena ke apatisannya pada lingkungan
Tak apa , biarkan mereka terlena pada kehidupannya 
karena didikan orangtua tidak didengarnya 
karena jalan Tuhan tidak dipandangNya
Biarkanlah ia menyesal , sampai pada titik jenuhnya
lalu ia berbalik lagi pada jalan nya. 
Atau biarkanlah ia mati karena sikapnya sendiri 
Pahamilah , dunia ini tidak hanya tenang sekedar cinta 
Cinta yang orientasinya tentang hubungan dua orang
Malulah, malulah karena egomu 
Dunia ini tidak perlu manusia-manusia yang hidupnya hanya tentang kegalauan
kegalauan yang tak berkepentingan untuk banyak orang , bagi sesama !
setidaknya , bagi sekitarmu !
Kau akan terlindas jaman , mati oleh karena sikapmu sendiri
Lihatlah sekitarmu, lihatlah! 
Hai kaum galau , kaum yang apatis !
Apakah dipikiranmu hanya tentang cinta , sakit merana seolah dunia tak ada karena cintamu tak membalasmu !
Kaum bodoh, kaum tersesat!
Ada yang lebih penting dari sekedar kesedihanmu ditinggal kekasihmu 
ada yang lebih penting dari sekedar tangismu ditolak wanita
ada yang lebih penting dari sekedar kejombloanmu !
Lihatlah dunia , lihatlah dengan jelas !
Dunia butuh generasi yang kuat , yang tahan hantaman , yang tidak mati cengeng karena cinta !
Dunia butuh orang-orang yang siap merubah , menghancurkan benteng-benteng jahat manusia-manusia keparat !
Penindas, kaum tirani, kaum ya hanya peduli pada perut sendiri !
Jangan bodoh, jangan bodoh! 
ayo berubah ! 
jika bukan kita siapa lagi?
jika bukan sekarang, kapan lagi ?
ini bukan promosi , tapi ini nyata , ini nyata !