Selasa, 17 November 2015

Mencoba menikmati kekesalan

Pagi ini , pukul 09.00 . aku terbangun dengan suasana hati yang tak karuan . kenapa ? ada kelas jam 9!!!, dengan gaya menyalahakan keadaan sekitar aku bergegas mempersiapkan segalanya . Wtf, cara mandi konvensional aku modifikasi demi efisiensi waktu dan penghematan air (go green), waktu terus berputar dengan cepat tanpa henti tanpa toleransi. pikiranku mengeluh  percuma tadi malam belajar , percuma jika akhirnya gak berangkat!! aku dilema aku galau (biar alay), jika aku berangkat artinya sama saja tidak berangkat !  aku tetap berangkat bergegas kunyalakan motor menuju kampus dan melaju dengan kecepatan 200knots dan mengesampingkan aturan lalu lintas .

Ditengah perjalanan aku melihat jam tanganku menunjukan pukul 9.15WIB . Terjadi peperangan batin yang hebat , antara berangkat dan tidak berangkat , seperti ada terang dalam pikiranku , kuperlambat laju kendaraan dan menyerah dengan peperangan batinku .Keputusanku kini bulat, aku tidak berangkat, lalu aku putar arah dan kembali ke rumah . Dengan memasang wajah menyesal dan frustasi aku kembali menuju ke kamar . Meratapi keadaan dengan mata berkaca-kaca ,hanya berteman dengan tembok yang membisu. (Tapi nggak segitunya , aku cuma improvisasi).  dan sejenak pikiranku memflashback keadaan , kenapa semua ini bisa terjadi . Ternyata tadi malam aku terlalu asyik meneropong kehidupan orang lain(stalking) .

Memang banyak pelajaran yang aku dapat tadi malam ,belajar dari orang yang baru aku tahu, ternyata tokoh inspiratif tidak selalau ada di televisi. Tentang penerimaan keadaan , dimana cerita hidupnya benar-benar menamparku keras. Seperti melihat cermin besar yang menghadang , lalu aku pandangi diriku yang lusuh , hina , dan tak berarti . Dan tiba-tiba dibelakangku terlintas sosok-sosok manusia hebat , manusia yang beguna bagi sesama , bagi dunia!!! Mereka , iya mereka manusia-manusia yang memberi pengaruh positif bagi sesama. Aku duduk dan melamun , aku tidak ada apa-apanya. Aku yang tidak ada prestasi , aku yang hanya mengerjakan apa yang harus dikerjakan , manusia standard, manusia tanpa nilai lebih. Hmm, cukup semua flasback ini , kini ku refleksikan diri dan kembali melihat apa tujuan hidupku. apa pengaruhku , Aku yang hanya berkecimpung berkelut dengan dunia perkuliahan , dan ...tak terlihat prestasi.

Ternyata hal terpenting aku lupakan , aku tidak berjalan bersama Tuhan . Aku sombong dan merasa mampu melewati keadaan . dan aku jatuh terhina . cukup ini dulu curhatnya.