Ketika sebuah perasaan tulus telah terabaikan
Imajinasi terbaikpun ikut menghilang
Impian, cinta , bertransformasi hingga tak kasat mata
Disinilah ruang terbuka bagi sesal kekecewaan
Perlahan tapi pasti
Masuk meracuni nalar ketidakpastian.
Hidup tidak lagi hidup
Ia sekarat
Ia butuh pertolongan
Semua hal terasa menjadi ancaman
Hanya karena perasaan terabaikan , cinta
Ku menyesal tak tertolong
Ya, inilah realita
Kini Kau telah dewasa
Kini kau telah berpijak pada batu loncatanmu
Kau telah menemukan jalan hidupmu, citamu.
Aku telah tertinggal, aku tak terlihat
Aku hanya jadi bayangmu
Terinjak dan terabai
Ku pikir ku bermakna
Tapi waktu telak mengecewakanku
Ia menggenapai kepastiannya
Jawaban mutlak tanpa pertanyaan
Aku bukan siapa-siapa baginya
Aku hanya jadi pengganggu
Aku diambang persimpangan
Kupikir Ia semangatku
Temanku menjalani hidup
Cinta tuk menggapai cita
Ternyata aku hanya berdelusi
Dan kebijakan menamparku , perih.. ku tergeletak,
sambil berkata, "Semangat datang dari diri sendiri, Ia bukan jalanmu "
Cukup lelahku, cukup tangisku, cukup aku mengasihani diri.
Ku harus memulai langkah
Mendesain ulang harapan
Merenovasi keadaan
Cukup .
Waktu tak mungkin terulang
Masalah hidup tak mungkin berkurang
Kenapa hati terus bersedih ?
Tidak adakah hal yang lebih berarti?
Tidak adakah bahagia lain?
Selalu ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar